Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Beruang Kanibal Karna Perubahan Iklim


Foto mengejutkan tiba dari Laut Barents, Svalbard, Norwegia. Seorang peneliti, Jenny Ross, menangkap momen seekor beruang kutub yang memakan sesamanya. 

Perilaku kanibalisme ini disebutkan Ross memang kadang terjadi di kehidupan beruang kutub. Namun, akhir-akhir ini perilaku itu makin bertambah karena mereka mulai kesulitan mendapat sumber makan. Beruang dewasa bukan hanya memakan beruang dewasa lain, tapi juga anak beruang. 

Hasil riset Ross yang dipublikasikan lewat jurnal Arktik menyebut, "Ketika es mulai pecah dan mencair di musim panas, area es di sekitar Kepulauan Svalbard menyusut menjadi pecahan-pecahan kecil. Di beberapa area malah ada yang hilang sama sekali," ujar Ross.

"Ketika area es yang bisa digunakan beruang es menyusut, maka anjing laut (makanan beruang es) makin sedikit. Membuat perburuan beruang kutub makin menurun. Jadi, saat ini beruang muda menjadi sumber makanan yang memungkinkan buat beruang jantan dewasa."


Dalam foto-foto kanibalisme beruang kutub yang diambil oleh Ross, terlihat seekor beruang es jantan tengah menarik bangkai beruang es yang lebih kecil. Dengan rahang kuat dan tenaga yang lebih besar, si beruang dewasa menyeret bangkai itu dari satu pecahan es ke pecahan es lainnya.

Saat Ross mendekat dengan kapal, si beruang dewasa langsung bangkit dan menunjukkan dominasi atas bangkai tersebut. Sementara tak jauh dari peristiwa kanibalisme itu, terlihat seekor beruang lainnya yang diperkirakan induk dari beruang yang dimakan.

"Memakan beruang lain adalah salah satu cara mendapat makanan, ini hal yang cukup mudah buat beruang yang lebih dewasa. Dan  karena kondisi es yang hilang saat ini, perilaku seperti ini akan semakin jamak dilakukan," kata Ross lagi. (Sumber: The Daily Mail)

Rabu, 30 November 2011

Terancam Punah, Penguin Ini Di duga Homo!



Masalah besar tengah melanda kebun binatang Toronto, Kanada. Dua ekor penguin Afrika jantan yang dibawa ke kebun binatang tersebut untuk melakukan regenerasi ternyata lebih tertarik untuk saling berkencan dibandingkan dengan mendekati penguin betina. Padahal, penguin Afrika (Spheniscus demersus) merupakan spesies hewan yang terancam punah.

Meski homoseksualitas di kalangan penguin baik di kebun binatang ataupun di alam bebas bukanlah hal yang belum pernah diketahui, namun belum dapat dipastikan apakah Pedro (penguin berusia 10 tahun) dan Buddy (usia 20 tahun) benar-benar homoseksual. Untuk itu, petugas Toronto Zoo akan memisahkan mereka agar bisa membuahi penguin betina.

“Cukup menyedihkan. Dua ekor penguin betina sebenarnya sudah mendekati mereka. Kini kami harus membuat para pejantan itu tertarik dan melirik betina tersebut,” kata Tom Mason, kurator burung dan hewan invertebrata kebun binatang Toronto.

Penguin Afrika, dikenal juga dengan penguin berkaki hitam, hanya hidup di pesisir selatan Afrika Selatan. Populasi mereka di alam bebas anjlok hampir 75 persen dalam dua dekade terakhir. Dari populasi sekitar 225 ribu pada tahun 1990-an, kini hewan tersebut tinggal tersisa sekitar 60 ribu ekor saja. 

Penurunan populasi penguin Afrika bahkan jauh lebih mengerikan jika melihat data International Union for Conservation of Nature (IUCN). Pada tahun 1910 lalu, populasi hewan terebut mencapai 1,4 juta ekor. Penurunan tersebut kemungkinan disebabkan oleh penurunan ketersediaan makanan akibat perubahan iklim, pencurian telur oleh manusia, serta tumpahan minyak dari kilang minyak lepas pantai yang merusak habitat mereka.

“Partner seksual dari hampir seluruh penguin Afrika yang ada di penangkaran dicatat secara rapi oleh peneliti dari Population Management Center. Di sana, penguin dijodohkan, kemudian dipisahkan dan dipindah ke kebun binatang lain dengan tujuan untuk memaksimalkan keanekaragaman genetika,” ucap  Mason.

Yang jadi masalah lain, tak seperti spesies terancam punah lain, mengekstrak sperma penguin dan melakukan inseminasi buatan pada penguin betina sulit dilakukan. Dalam percobaan yang dipublikasikan di jurnal Zoo Biology, dari percobaan terhadap 14 penguin, hanya 3 yang berhasil membuahi dan hanya 2 ekor penguin yang berhasil lahir.

Selasa, 29 November 2011

Tikus Pohon Belum Punah


American Bird Conservancy, lembaga yang mensponsori studi para peneliti di El Dorado Nature Preserve, Kolombia mempublikasikan penemuan spesies Red-crested Tree Rat, atau dikenal juga dengan Red Crested Soft-furred Spiny-rat (Santamartamys rufodorsalis), spesies tikus pohon langka yang telah 113 tahun diperkirakan punah.

Karena tidak lagi terlihat di habitatnya di kawasan Kolombia selama lebih dari seabad terakhir itu, populasi tikus pohon dianggap sudah habis. Namun mendadak tikus pohon berkepala merah muncul secara tak terduga di hadapan para peneliti yang tengah bekerja di El Dorado Nature Preserve.

Ia tidak takut-takut ‘berpose’ sekitar dua jam meski Lizzie Noble dan Simon McKeown, peneliti yang tengah melakukan studi, mengambil foto hewan tersebut termasuk foto-foto close-up.

“Ia mendadak muncul di dekat tempat duduk kami dan tampak tidak terganggu oleh kegembiraan yang muncul akibat kedatangannya,” kata Noble. Hewan berukuran sebesar marmut itu sendiri akhirnya masuk ke hutan. Menurut para peneliti, kemungkinan ia kembali bergabung dengan kelompoknya. Sebagai informasi, spesies ini sudah tidak pernah lagi terlihat sejak tahun 1898 lalu.

Status hewan ini sendiri pada daftar Red List milik International Union for Conservation of Nature tampaknya akan digeser, dari spesies yang sudah punah, menjadi spesies yang terancam punah. (Sumber: Earth Week)